LATAR BELAKANG

RTRWNET

RTRWNet idealnya sesuai Namanya Jangkauanya hanya seRT atau seRW dan biasanya tidak berorientasi ke bisnis karena tujuannya awalnya hanya membantu pemerataan internet di daerah yang belum terjangkau oleh ISP dan atau membantu menyediakan internet dengan harga yang terjangkau masyarakat sekitarnya dengan konsep urunan / patungan.

 “ Apabila rtrwnet hanya menjangkau maksimum satu RW dan tidak berorientasi ke bisnis  RTRWNet tersebut tidak perlu bergabung menjadi subnet / Reseller / Mitra ISP manapun”

 Tips:  Jadikan RTRWNet program dari RT atau RW dan anda sebagai tenaga ahlinya, dan tetap low profile hindari pamer pemasangan di sosmed atau membuat iklan baik offline dan online.

Kenapa RTRWNET di anggap Ilegal ?

Sebenernya dimata negara tidak mengenal istilah RTRWNet, semua yang melakukan penjualan Internet akan di sebut sebagai Internet Services Provider / ISP, tapi apabila penjualan internet tanpa memegang izin penyelengaraan efektif dari kementrian kominfo akan di anggap sebagai praktek ISP ILEGAL, maka dari itu muncul anggapan RtRwNet itu kegiatan Ilegal.

Resiko Menjadi ISP ILEGAL

Resiko ini nyata karena sudah beberapa rtrwnet menjalani proses hukum, tetapi sebenarnya pemerintah pun mengakui peran positif rtrwnet cukup besar didalam pemerataan internet di daerah yang belum terjangkau ISP,  jadi apabila rtrwnet anda sudah menjadi lahan bisnis dan sudah mulai bersengolan pasar dengan ISP yang sudah memiliki ijin baiknya mulai memikirkan opsi Subnet / Resaller / Kemitraan dengan ISP yang sudah berijin, selain mengurangi resiko tentu dengan bermitra dengan ISP Resmi akan mempercepat pertumbuhan usaha anda secara signifikan.

 

Cara Urus Izin ISP / Internet Services Provider atau Jasa Multimedia Layanan Akses Internet

DOKUMEN PEMENUHAN KOMITMEN JASA (BESERTA UJI LAIK OPERASI)

1.     Konfigurasi sistem yang dibangun                      

2.     Dokumen bukti kepemilikan Alat dan Perangkat Telekomunikasi

3.     Komitmen selama 5 tahun.

         a. pada tahun pertama (awal operasi) adalah : paling sedikit tersedia cakupan wilayah layanan di 1 kota/kab  dan                       paling sedikit tersedia total kapasitas layanan sesuai dengan klasifikasi  kota/kab yang dikomitmenkan pada huruf a

         b. pada tahun kedua sampai dengan seterusnya dapat menambah kota/kab yang menjadi penambahan cakupan wilayah                   dan atau penambahan pada kapasita layanan

4.      Daftar Alat dan Perangkat Telekomunikasi beserta Salinan Sertifikat Alat dan Perangkat Telekomunikasi

5.      Perjanjian kerjasama dengan penyelenggara lainnya : PKS dengan penyelenggara lainnya : PKS Kolokasi (jika ada), PKS           ke end user dengan Penyelenggara Jartaplok PS, PKS dengan Penyelenggara Jartaptup untuk penggunaan jaringan                     sebagai backbone/backhaul, PKS dengan Penyelenggara NAP untuk sewa kapasitas BW internasional

6.     Salinan penetapan IP Address dan/atau AS Number

7.    PKS kolokasi :

        a. PKS Kolokasi Perangkat

        b. PKS Kantor Pusat Pelayanan Pelanggan

8.    Rencana Penjualan

9.    Dokumen dukungan Pra-Jual sampai dengan Purna Jual

10.  Dokumen SOP : SOP Monitoring Jaringan/Sistem, SOP Penanganan Gangguan, SOP Billing dan Penagihan, SOP                      Registrasi-Unregistrasi dan Aktivasi-Deaktivasi, SOP Pelayanan Pengguna/Pelanggan.

https://sipppdihati.pelayananprimaditjenppi.go.id/info/persyaratan

TOPOLOGI STANDART INTERNET SERVICES PROVIDER.